Psikopat itu jelas penderita sakit jiwa, bisa laki-laki, bisa perempuan. Orang awam kadang menyebutnya sebagai ”orang psycho”. Satu hal yang harus kita sadari, ”fenomena” psikopat bisa jadi adalah fenomena gunung es, dimana kehadiran orang-orang berciri psikopat ini di Indonesia bisa jadi banyak tidak disadari oleh kita dalam pergaulan sehari-hari.
Kita sering tidak tahu apakah di sekitar kita ada psikopat atau tidak. Faktanya menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Mereka bisa berada di kantor besar maupun kecil (sedang berencana licik di tempat kerja), ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko. Mereka bersembunyi; lewat berbohong, mencurangi, mencuri, mememanipulasi, mengorbankan dan menghancurkan para rekan kerja, serta kesemuanya tanpa rasa salah maupun penyesalan.
PSIKOPAT DI TEMPAT KERJA
Bila iklan lowongan kerja menyebut, ”Anda tahu Anda adalah yang terbaik, Anda mampu mempengaruhi orang, apa pun Anda lakukan untuk memenangkan organisasi”, bisa jadi secara tidak langsung iklan ini mengundang psikopat untuk melamar kerja. Celakanya, dalam wawancara rekrutmen, psikopat tampil mempesona, cerdas dan piawai sebagai orang yang cocok untuk lowongan itu. Bicaranya bagus dan kadang mengarang riwayat hidupnya, sehingga pewancara terperdaya.
Saat bekerja ia mencari pertemanan dengan orang yang punya kedudukan tinggi agar dapat melindungi mereka. Mereka akan merongrong sekaligus berteman dengan bos. Mereka pun merampas keyakinan diri maupun rasa mampu seseorang, seperti menghilangkan rasa percaya orang terhadap orang lain, sehingga korban menjadi dingin, sinis, getir dan hampir tak mampu bekerja.
Psikopat juga ada di tempat olahraga, arena hiburan, di penjara, di ruang sidang, bahkan di lingkungan terdekat. Psikopati bisa mengenai siapa pun. Pacar, tetangga, teman, atasan, suami/istri, atau bahkan Anda sendiri bisa menjadi psikopat. Bisa berasal dari kalangan ibu rumah tangga hingga kalangan profesional. Dari artis, pengacara, pengusaha, dosen, dokter, hingga politisi. Beberapa wartawan juga ditengarai menyandang psikopati. Dan “seperti biasanya”, baru kita sadari sesaat setelah kasus dan pelakunya mulai terkuak !
Menariknya, menurut ahli psikopati dunia, Robert D. Hare, tindak korupsi sebagai perwujudan kecenderungan untuk melanggar aturan, memenuhi beberapa kriteria psikopat. Karena pelakunya tahu bahwa tindak korupsi itu merugikan pihak lain, namun tak ada rasa bersalah pada dirinya. Bahkan tak jarang pelaku dengan bangga memamerkan kekayaan hasil menjarah hak orang lain.
JANGAN TERKECOH PENAMPILAN LUARNYA
Pengidap psikopat selain sukar disembuhkan, pengidap ini juga sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa.
Sepintas, gelagat mereka tidak kelihatan seperti orang yang punya kelainan. Ia bisa terlihat menarik (pribadi yang likeable, charming, intelek, perhatian, impresif), lembut dan pintar merayu (karena itu mereka mudah “menipu” perempuan), punya pede tinggi, pintar (umumnya cerdas secara akademik), pandai melucu dan pintar bicara dan berlaku seperti orang normal lainnya. Ia pun sering memamerkan pribadi ”sweet psychopathic” yang santun, manis perilakunya, manis dan indah tutur katanya, manis dandanannya, menyenangkan sebagai kawan, dan rajin sembahyang.
Namun, Ia bisa pula nampak sebagai pribadi yang introvert, alim, tak banyak bicara, kurang empatik, dan karakter buruk lainnya. Bisa berorientasi seksual normal, bisa pula gay. Psikopat juga bisa teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
Bagi seorang psikopat, tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan, tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Mereka pun mudah terpicu amarahnya karena hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. Jadi, bila kita menemukan orang yang memiliki karakter buruk, bisa jadi ia itu psikopat!
CIRI-CIRI KARAKTER PSIKOPAT :
- Antisosial (antisocial) di usia dewasa, biasanya cuek pada norma-norma sosial, tak peduli pada aturan, dan pemberontak. Namun di masa kecil, senang melakukan pelanggaran dan bermasalah. Ciri yang menonjol, ia tidak punya rasa empati.
- Pribadi yang sulit diduga (borderlne). bisa terlihat dari ketidakstabilannya dalam hubungan interpersonal, citra diri, serta selalu bertindak menuruti kata hati. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tanpa peduli perbuatannya itu salah atau benar, mengganggu orang atau tidak. Ia pun cenderung impulsif (melakukan sesuatu tanpa pikir panjang), berpikiran negatif dan memiliki sifat pendendam. Sedikit saja Anda melakukan kesalahan, seumur hidup diingat dan suatu saat akan diungkit lagi.
- Pandai bersandiwara (histrionic) dan mampu memanipulasi orang, emosinya tak terkendali alias meledak-ledak, dan selalu ingin menarik perhatian.
- Luar biasa egois (narcisstic) yang ditunjukkan dengan sikapnya yang selalu ingin dikagumi (egosentris/egosentrik dan menganggap dirinya hebat), serta minimnya empati. Ia melakukan apa saja dan berusaha sekeras-keranya untuk diri sendiri, termasuk untuk mendapatkan kekuasaan, status dan upah yang mereka inginkan. Bila ia seorang laki-laki, Ia selalu berusaha membuat hanya dirinya satu-satunya lelaki dalam hidup Anda. Hanya dialah yang boleh Anda puja.
- Hipokrit alias munafik (manipulatif, pembohong, mudah frustasi, dan gaya hidup parasit). Bila ketahuan berbohong, mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. Bila belangnya ketahuan, wajahnya akan tetap seperti tak berdosa.
- Tidak memiliki kemampuan membangun suatu tanggung jawab. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah meski telah menyakiti orang lain. Meski kadang mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. Ia melakukan demi kesenangan belaka.
Karena psikopat juga berkemungkinan berada di tempat kerja, tak ada salahnya kita pun “wajib” mengetahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian sang psikopat yang berada di tempat kerja, seperti : tanpa dosa, mempesona, manipulatif, parasitis, pembohong patologis dan tak menentu (antara senang, sedih dan marah).
TANDA-TANDA PRIA PSIKOPAT :
Psikopat sepertinya identik dengan sosok laki-laki, meski bisa pula perempuan. Dan inilah tanda-tanda pria psikopat :
- Rajin Monitor : sedang apa, bersama siapa, dsb.
- Berbohong Tentang Masa Lalu. Ia mendramatisir telah menderita, jadi korban, disakiti dan orang lain itu bermasalah.
- Membajak Keluarga dan Teman tanpa sepengetahuan Anda hanya karena ia ingin mencari tahu tentang Anda, tapi Anda tidak pernah tahu motivasi dia sesungguhnya.
- Berdebat di Muka Umum. Mulai dari bertengkar hingga sering mengkritisi Anda di depan keluarga dan teman-teman Anda.
- Sikapnya Susah Ditebak. Tiba-tiba marah atau berteriak tanpa alasan jelas, lalu berlaku supermanis.
- Rajin Bohong, apa saja, besar atau kecil, dan terkadang tanpa alasan. Ya, ia sering manipulatif dan bertindak curang.
- Menginterogasi Anda untuk memuaskan keingintahuannya.
- Memata-Matai, melakukan invasi terhadap privasi Anda, mengecek email, telepon, bahkan berkunjung diam-diam ke kantor dan rumah untuk mencari tahu apakah ada lelaki lain dalam hidup Anda.
- Cemburu Berlebihan. Ia tidak tahan melihat Anda dekat dengan lelaki lain, meski itu teman Anda sendiri.
PENYEBAB PSIKOPAT :
Prsikopat diduga akibat kelainan fungsi otak dimana si penderitanya tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Stimulus-stimulus ini diolah sekaligus oleh otak kiri dan kanan.
Pendapat lain, pengidap kelainan ini akibat dari latar belakang masa kecilnya yang “bermasalah”, yang berakibat perkembangan emosinya kurang optimal. Menginjak dewasa, anak-anak ini tumbuh menjadi orang-orang yang tak bisa berempati dan tak memiliki kata hati. Dengan kata lain kelainan itu berawal karena salah asuh.
POTENSI MERUSAK :
- Tidak bertanggung jawab, serta merusak diri sendiri dan orang lain. Membanting dan memecahkan apa saja ketika marah.
- Ia kerap mengatakan ingin bunuh diri bila Anda memutuskan hubungan, dan ini bisa saja terjadi.
- Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
- Membunuh, melakukan pembunuhan berantai, membunuh dengan mutilasi, menembak, membakar atau dengan cara sadis yang lain, dan menikmati hasil rampasannya. Kadang ia tak tahu kenapa ia membunuh. Namun pada umumnya modus pelaku tergolong rapi dalam merencanakan dan merahasiakan kejahatannya.
- Potensi laten : Psikopat belum bisa dipastikan dapat disembuhkan atau tidak. Namun, pendapat lain yang menduga mengatakan, psikopat bisa dicegah. Asal, indikasi kelainannya terdeteksi sedini mungkin.
Pencegahan dini terhadap penderita Psycho bisa dilakukan dengan pengawasan, memperbaharui komunikasi horizontal dan memperbanyak dialog yang demokratis, dengan menerapkan reward dan punishment pada perilakunya sejak dini.
Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari psikopat di tempat kerja ? Lindungi diri dengan pendidikan dan kerjasama tim. Jangan sungkan untuk berbicara kepada orang lain, dan mengatakan apa yang terjadi. Karena jika psikopat tidak dapat mengasingkan Anda, maka mereka tidak dapat menghancurkan Anda.
Namun khusus untuk pelaku penyimpangan kejiwaan harus didampingi psikolog untuk membantu memahami dirinya, karena dia belum tentu mengerti dirinya sendiri.
Sumber : 1) 9 Tanda Pria Psikopat, Ika Nurul Syifaa, Kompas, 24 Juli 08, 2) Ryan Psikopat?, Liputan6.com, 270708, 3) http://id.wikipedia.org, 4. Psikopat, Koran Tempo, Putu Setia, 270708, 5) Orang Tua Harus Mengamati Perkembangan Anaknya, Dewi Akbar-Hawadi, Koran Tempo, 270708, 6) Orang Gila Tanpa Gangguan Mental, Gatra, 30/01/06., 7) Cara Kenali Psikopat di Tempat Kerja, www.Antara.co.id, 26/03/07.